Kisah Pohon Apel

anak dan pohon apelSuatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.

Waktu terus berlalu.
Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. “Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.
“Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu. “Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”

Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.”

Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.
“Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel.
“Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu.
“Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?”
“Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata pohon apel.
Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.

Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.

“Ayo bermain-main lagi deganku,” kata pohon apel.
“Aku sedih,” kata anak lelaki itu.

“Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?”
“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.”

Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya.

Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu. Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.

“Maaf anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.”
“Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,” jawab anak lelaki itu.
“Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,” kata pohon apel.
“Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu.

“Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,” kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.
“Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki.
“Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.”
“Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.”
Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

keluarga-ilustrasi-kartunIni adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.
Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.

Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.

Sebarkan cerita ini untuk mencerahkan lebih banyak rekan. Dan,  yang terpenting: cintailah orang tua kita. Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.

Success is not the key of happiness. Happiness is the key of success.

BY : ANONIM

Kebosanan Kerja

lembur429177@Setiap individu pasti pernah mengalami kebosanan. Kebosanan bisa terjadi di dalam berbagai aspek kehidupan individu seperti pekerjaan, sekolah, bahkan perkawinan. Biasanya rasa bosan ditandai dengan kelelahan, miskin kreativitas, hilangnya minat atau ketertarikan pada sesuatu yang dahulu disukai, malas, lesu, dan berbagai perasaan tidak enak yang jika tidak ditangani dengan cepat dapat menyebabkan individu tersebut mengalami stress bahkan depresi.

Dalam dunia kerja, kebosanan kerja menjadi sangat penting untuk mendapat perhatian mengingat bahwa hal tersebut akan dapat mempengaruhi produktivitas kerja pegawai. Kebosanan kerja bisa terjadi bukan saja pada pekerja di tingkat bawah (Frontliner) tetapi juga bisa melanda para pekerja di tingkat atas (Managerial Level). Oleh karena itu banyak perusahaan yang melakukan berbagai tindakan pencegahan dengan cara melakukan rotasi kerja, melibatkan pekerja dalam pengambilan keputusan, melaksanakan company gathering, memberikan kesempatan untuk melakukan cuti, dan masih banyak lagi hal lainnya. Semua kegiatan tersebut  bertujuan untuk membuat para pekerja tidak merasa bosan dan jenuh dengan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan sehari-hari. Dari sisi individu, hal-hal apa saja yang harus dilakukan agar dapat terbebas dari kebosanan kerja tersebut? 

Penyebab 
Beberapa alasan mengapa bisa terjadi kebosanan kerja dapat dibagi dalam beberapa penyebab, yaitu: 

Pekerjaan Tidak Menarik atau Tidak Menantang

Otak manusia membutuhkan stimulasi dan tantangan terus-menerus. Artinya dalam konteks pekerjaan maka otak manusia cenderung membutuhkan tugas-tugas baru yang menantang atau menarik. Setiap saat menemukan tugas atau tantangan baru maka otak akan berusaha untuk menguasai tugas tersebut, dan sesudah berhasil menguasainya maka otak membutuhkan stimulasi baru. Jika stimulasi atau tantangan baru tersebut tidak ada dan otak hanya mengulang apa yang telah dikuasai maka tugas atau pekerjaan yang telah dikuasai tersebut menjadi tidak menarik sehingga timbul kebosanan. Para pekerja yang setiap hari hanya melakukan pekerjaan yang sama dan berulang-ulang serta berada dalam lingkungan kerja yang relatif sama akan sangat mudah menjadi bosan setelah menjalani pekerjaan tersebut dalam waktu tertentu. Selain itu pekerjaan yang dianggap terlalu mudah atau tidak sesuai dengan tingkatan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan  yang dimiliki oleh seseorang  juga akan cenderung membuat ia mengalami kebosanan. 

  

Tidak Memiliki Otonomi 

Dalam bekerja hampir setiap individu mendambakan untuk dapat bekerja dengan otonomi yang luas, memiliki tanggungjawab, bisa fleksibel dalam mengerjakan tugas-tugas, dan terlibat dalam pembuatan keputusan yang menyangkut dirinya. Jika hal-hal seperti ini tidak didapat oleh pekerja selama melakukan aktivitas kerjanya maka kemungkinan untuk menjadi bosan akan sangat terbuka.

Arti Bekerja

Meski telah memiliki pekerjaan yang menantang, otonomi kerja dan dilibatkan dalam pembuatan keputusan, seseorang akan tetap bisa menjadi bosan jika ia tidak merasa bahwa bekerja adalah sesuatu yang berharga bagi hidupnya. Seseorang yang tidak tahu apa alasannya sehingga dia harus bekerja atau pekerjaan yang ditekuni ternyata tidak memiliki nilai yang sesuai dengan apa yang diyakini pasti akan cepat menjadi bosan. Untuk bisa tetap bertahan dan menyenangi pekerjaan, seseorang harus mengetahui arti pekerjaan tersebut bagi kehidupannya atau dengan kata lain ia harus bisa menjawab pertanyaan mengapa ia harus bekerja.

Tidak Melakukan Apa-apa

Dalam masyarakat kita seringkali kita mendengar komentar seperti: “enak sekali hidupnya si A, punya jabatan tinggi, tiap hari hanya tinggal makan dan tidur saja, tidak seperti saya yang setiap harinya harus bekerja membanting tulang dari subuh sampai tengah malam untuk bisa makan”. Benarkah kehidupan si A akan seenak yang dikatakan oleh orang tersebut? Jawabnya: belum tentu. Dalam kehidupan ini banyak sekali individu yang justru merasa bosan karena tidak lagi memiliki kesempatan untuk melakukan tugas-tugas tertentu karena sudah dikerjakan oleh orang lain. Ada banyak manager yang akhirnya tidak bertahan di suatu perusahaan meski menyandang jabatan sangat tinggi karena ia merasa tidak dapat berbuat apa-apa. Jadi dalam hal ini datang ke kantor dan duduk-duduk saja sambil memberi perintah belum tentu akan membuat seseorang tidak mengalami kebosanan.  

Mengatasi Kebosanan Kerja

Kebosanan kerja bukan saja memberikan dampak yang negatif bagi kinerja individu dalam perusahaan/organisasi tetapi juga dapat menyebabkan berbagai dampak psikologis yang dapat mengganggu kesejahteraan jiwa individu tersebut. Dampak psikologis tersebut misalnya timbulnya rasa hampa dalam diri individu tersebut, meragukan kemampuan diri sendiri atau sebaliknya justru bersikap arogan karena merasa semua tugas dapat dikerjakan tanpa kesulitan, hilangnya motivasi kerja, dsb. Dengan melihat dampak-dampak tersebut maka kebosanan kerja perlu  segera ditangani agar tidak sampai menyebabkan stress atau depresi. Beberapa cara berikut ini mungkin layak anda pertimbangkan jika kebetulan anda merasa bosan dengan pekerjaan anda saat ini:

Menulis 

write-usMenulis buku, novel, artikel atau training manual akan sangat berguna untuk mengalihkan perhatian anda dari tugas-tugas sehari-hari. Sekali anda melakukan salah satu dari hal-hal tersebut maka anda akan terus tertantang untuk membuat tulisan dengan mutu yang lebih baik. Selain itu dengan menulis maka anda akan terpacu untuk mencari berbagai informasi dan bahan-bahan yang diperlukan sehingga wawasan anda menjadi lebih luas dan kesempatan untuk mengaktualisasikan potensi dan kemampuan anda ke dalam tulisan tersebut menjadi lebih terbuka. Bahkan bisa jadi bahwa kegiatan anda menulis tersebut justru menjadi karir yang kemudian membuat anda meraih kesuksesan. Contoh nyata dalam hal ini adalah John Grisham, seorang pengacara yang menjadi pengarang Novel,  yang justru menjadi terkenal setelah menulis novel  dan bukan ketika ia berprofesi sebagai Lawyer. 

Mengajar 
aaaaaaaaaaaaMenjadi dosen atau guru sudah menjadi suatu fenomena umum yang sering kita temui pada pekerja di Indonesia. Dengan mengajar maka anda akan memiliki kesempatan untuk menikmati kondisi atau suasana yang berbeda antara dunia kerja (kantor) dengan dunia akademik (kampus/sekolah). Menjadi Mentor

Para pekerja senior maupun manager sebaiknya menyediakan waktu untuk mendidik para professional yunior yang ada dalam perusahaannya. Dalam beberapa perusahaan hal ini mungkin sudah merupakan suatu tugas yang memang harus dilakukan oleh sang manager. Namun demikian jika di perusahaan anda kebetulan belum berlaku hal tersebut maka ajukan diri untuk mulai melakukannya. Hal ini akan sangat berguna dalam mengatasi kebosanan kerja.

 

Berwiraswasta

Memulai usaha sendiri merupakan suatu langkah besar yang dapat dilakukan oleh para pekerja yang menyukai tantangan. Dengan memulai usaha sendiri maka tantangan akan semakin besar dan akan menuntut individu tersebut untuk menguasai (setidaknya mengetahui) berbagai bidang yang berguna untuk kelangsungan usahanya. Usaha baru yang dijalankan bisa saja masih bergerak pada bidang yang sama dengan yang dilakukan semasa bekerja di perusahaan orang lain, atau bisa juga memilih bidang yang berbeda sama sekali.        

Menjadi Konsultant

Menjadi “independent consultant” bagi perusahaan-perusahaan kecil yang tidak mampu membayar jasa  perusahaan-perusahaan konsultant besar dan ternama merupakan suatu tantangan yang menarik bagi anda yang sangat menguasai bidang pekerjaan anda. Anda bisa mencoba menjadi konsultant di perusahaan milik anggota keluarga, teman atau relasi anda. Tentu saja hal ini harus dilakukan tanpa melanggar aturan yang berlaku di perusahaan tempat anda bekerja saat ini. Artinya hal ini bisa dilakukan sejauh hal tersebut diijinkan oleh perusahaan tempat anda bekerja atau tanpa menggunakan waktu dan fasilitas dari perusahaan tempat anda bekerja sekarang ini.       

Melibatkan Diri Dalam Asosiasi Profesi

Bergabung dengan asosiasi profesi sesuai bidang keahlian yang anda miliki dan mau terlibat dalam aktivitas-aktivitas yang diselengggarakan oleh asosiasi tersebut merupakan suatu cara yang baik untuk kembali menyegarkan semangat kerja anda. Dengan ikut terlibat dalam asosiasi dan kegiatan tersebut maka anda memiliki kesemapatan untuk berbagi pengalaman dengan rekan seprofesi sehingga dapat lebih memperkaya wawasan dan dapat memunculkan ide-ide atau harapan-harapan baru.  

Menjalin Kerjasama Dengan Perusahaan Lain

Dewasa ini terdapat aneka ragam perusahaan yang menawarkan peluang kerja yang memungkinkan individu untuk dapat bekerjasama tanpa mengganggu pekerjaan yang sudah ada atau yang sedang ditekuni saat ini. Sebagai contoh: ada perusahaan yang menawarkan kerjasama dalam bentuk penyertaan saham dan bagi hasil, anda yang menggunakan sistem Multi Level Marketing, dan ada juga yang berbasis web (kerja jarak jauh), dll. Semua penawaran tersebut membuka peluang bagi anda untuk melakukan kerjasama. Anda dapat mempelajari masa depan dari masing-masing perusahaan tersebut dan menentukan mana yang lebih sesuai untuk diri anda. 

Mengikuti Kursus/Pelatihan

Sesekali ikutlah dalam salah satu kursus atau pelatihan untuk mengupdate kemampuan anda dan mendapatkan suasana baru yang berbeda dengan suasana kerja sehari-hari. Bila perlu pilih kursus yang ada di luar kota agar anda bisa belajar sambil bersantai dengan keluarga atau teman, sehingga ketika kembali ke kantor pikiran menjadi segar kembali.

Merubah Karir

Jika ternyata anda terus-terusan mengalami kebosanan kerja di bidang yang sama maka ada baiknya anda mulai mengevaluasi diri anda. Cobalah pikirkan kelebihan dan kekurangan anda dalam bidang tersebut. Jika perlu jangan takut untuk merubah karir. Hal ini tentu saja tidak gampang dilakukan, terutama untuk karir yang tidak ada kaitannya dengan bidang pendidikan atau pun keahlian anda, mengingat bahwa kesempatan kerja di Indonesia masih amat tidak seimbang dengan jumlah calon pekerja. Oleh karena itu sebelum merubah karir maka pastikan anda membekali diri dengan pengetahuan dan keahlian  yang sesuai.

Masih banyak cara yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk mengatasi kebosanan kerja. Pada dasarnya beberapa hal penting yang diharapkan dilakukan oleh para pekerja yang mengalami kebosanan kerja adalah agar mereka dapat mengubah suasana kerja menjadi lebih menarik dan menyenangkan, menemukan sesuatu yang berharga dan bernilai bagi kehidupan dirinya, memilih kegiatan yang menyenangkan, dan menstimulasi otak agar dapat membantu diri sendiri dalam mengatasi berbagai persoalan hidup. Intinya untuk menghindari kebosanan kerja maka individu harus mengatasi kebosanan tersebut dengan cara: SEGERA BERTINDAK MELAKUKAN SESUATU. Gejala-gejala kebosanan bukan untuk dihindari tetapi harus diselesaikan dengan segera. DON’T WAIT BUT DO IT NOW. Semoga berguna…..(jp)

Oleh Johanes Papu
Team e-psikologi

Zat Stimulan

A.                Zat Stimulan

Stimulan adalah zat yang merangsang sistim saraf pusat sehingga mempercepat proses proses dalam tubuh, seperti meningkatnya detak jantung, pernapasan dan tekanan darah. Stimulan dapat membuat orang lebih siaga dan menyembunyikan kelelahan.

Stimulan menaikkan kegiatan sistem saraf simpatetik, sistem saraf pusat (CNS) atau keduanya sekaligus. Beberapa stimulan meghasilkan sensasi kegirangan yang berlebihan, khususnya jenis-jenis yang memberi pengaruh pada CNS. Stimulan digunakan dalam terapi untuk menaikkan atau memelihara kewaspadaan, menjadi penawar rasa lelah juga memperbaiki kemampuan berkonsentrasi bagi orang- orang yang didiagnosus sulit memusatkan perhatian (terutama ADHD).

Berdasarkan efek yang terjadi pada tubuh orang yang mengkonsumsi stimulan, ada 2 jenis yaitu:

a)      Obat yang bersifat stimulansia sedang :

  • Kafein dalam Kopi
  • Nikotin dalam tembakau
  • Ephedrin yang digunakan untuk mengobati asma dan bronkitis

b)      Obat yang bersifat stimulansia kuat :

  • Kokain
  • Amfetamin
  • Ektasi
  • Tablet diet seperti Duromine

Obat-obat tersebut yang termasuk dalam kelompok ini digolongankan ke dalam jenis obat terlarang karena mengakibatkan pengguna menjadi orang yang bersifat dan berkelakuan melawan hukum dan ketagihan

  • Saat mengkonsumsi stimulan, Stimulan akan diserap dalam tubuh (darah), diiringi dengan pelepasan Adrenalin dan pemblokade-an hormone insulin. Adrenalin lebih dikenal sebagai hormon “Fight or Flight”. Efek dari kerja adrenalin, detak jantung yang sangat cepat, meningkatnya tekanan darah, tarikan nafas yang berat dan cepat.

Saat Adrenalin dilepas tubuh kita pun akan melepaskan cadangan glukosa ke dalam darah. Kemudian, insulin akan memerintahkan sel tubuh untuk menyerap kelebihan glukosa dalam darah. Efek ini sering disebut sebagai hyperglycaemic, yaitu tingginya kadar gula dalam darah. Inilah alasan kenapa saat mengkonsumsi, seseorang tidak merasa lapar dan akan tahan untuk tidak makan selama berjam-jam. Lebih banyak dijumpai pengguna yang berbadan kurus dibandingkan pengguna yang kelebihan berat badan.

Dalam jangka panjang, Stimulan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah, mengakibatkan si pengguna, walaupun sudah lama berhenti mengkonsumsi, sangat rentan terhadap serangan jantung dan stroke. Ini sebagai akibat dari rusaknya pembuluh arteri dalam darah, yang salah satu fungsinya, mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh.

Di dalam otak, sebagai respon terhadap Stimulan, otak akan memerintahkan tubuh untuk membuat zat endorphin lebih banyak lagi. Endorphin adalah senyawa protein yang lebih tepat disebut sebagai body’s natural pain killer. Struktur kimia Endorphin tidaklah jauh berbeda dengan painkiller kelas atas seperti morphine. Endorhpin dapat membuat seseorang merasa relaks dan euphoria.

  • Ketergantungan
  • Insomnia
  • Kehilangan nafsu makan
  • Tekanan darah tinggi
  • Sakit perut
  • Kematian
  • Rasa lelah
  • Perasaan terganggu
  • Sakit kepala

Stimulan adalah zat yang dapat meningkatkan kerja organ-organ tubuh manusia namun juga dapat menimbulkan efek negatif jika digunakan secara berlebihan.Misalnya penurunan berat badan, kerusakan syaraf hingga kematian.

Pemakaian zat ini (Kokain dan Amfetamin) biasanya karena mengharapkan efek euphoria, menimbulkan rasa percaya diri, memperbaiki penampilan misalnya pada artis yang naik pentas, mengurangi rasa lelah, mengurangi rasa ngantuk dan rasa lapar.

  1. 1.      KAFEIN                               

caffeeineKafein adalah zat psikoaktif yang terdapat dalam tanaman kopi, daun teh dan coklat. Zat kafein terbanyak terdapat pada kopi. Biji kering kopi robusta misalnya mengandung 2% -2,5% kafein. Kafein juga terdapat  dalam minuman ringan dan berbagai obat tertentu. Kafein  dapat meningkatkan gairah dan kesiagaan, tetapi juga dapat menimbulkan kecemasan (anxietas).

  1. 2.      ROKOK

rokokTembakau mengandung suatu senyawa proaktif yang disebut  nikotin.Nikotin  berasal dari nama Jean Nicot, orang yang memperkenalkan manfaat nikotin dalam bidang medis.

Efek negatif dari beberapa bahan kimia yang berasal dari rokok adalah sebagai berikut :

a)      Karbon monoksida (CO) .

  • Zat ini merupakan gas yang sangat beracun.
  • Gas karbon monoksida mudah terikat pada hemoglobin, sehingga mengurangi kemampuan darah mengikat oksigen dan membuat  jantung akan bekerja lebih keras.
  • Keracunan gas CO dapat menyebabkan kematian.

b)      PAH, dapat menyebabkan kanker.

c)    Tar dan resin

  • Suatu cairan berwarna kuning kecoklatan.Keduanya dapat menumpuk dan mengganggu kerja paru-paru.
  • Sekitar 30 jenis senyawa yang terdapat dalam tar dapat menyebabkan kanker.
  • Tar dan resin juga dapat membuat sistim pernapasan teriritasi, sehingga sesak napas.

d)     Nikotin

  • Bersifat racun. Zat inilah yang menyebabkan adiksi dalam rokok.
  • Nikotin dapat menstimulan susunan saraf pusat.
  • Kadar nikotin dalam sebatang rokok berkisar antara 1% sampai 4%.Sedangkan kadar nikotin yang masuk ke paru-parau sekitar 0,25 mg dari setiap batang rokok yang di hisap.
  • Dosis fatal nikotin pada manusia adalah 60 mg.
  1. 3.      KOKAIN

JFSKokain berasal dari tanaman  koka ( Erythroxylum coca) yang tumbuh di Bolivia  dan Peru pada lereng-lereng pegunungan Andes, di Amerika Selatan.Dalam bidang kedokteran, dulu kokain digunakan sebagai obat bius (anestesi) local, tetapi sekarang tidak digunakan lagi.

Zat kokain pada tanaman koka dipisahkan dari daunnya, sehingga didapat suatu kristal berwarna putih.Penyalah gunaan pemakaiannya dapat dengan cara ditelan, disedot melalui hidung, disuntik atau dihisap melalui rokok. Kokain  tergolong stimulan susunan saraf pusat. Pada dosis rendah, dapat melambatkan denyut jantung, tetapi pada dosis tinggi dapat meningkatkan denyut jantung sehingga tekanan darah naik.

Penyalahgunaan pemakaian kokain, dapat menimbulkan  :

  • Eksitasi ( perasaan senang sekali).
  • Kesadaran yang berkabut.
  • Pernapasan tidak teratur, kejang dan tremor.
  • Pupil melebar, denyut nadi bertambah cepat, tekana darah naik ,rasa cemas dan ketakutan
  • Kokain dimetabolisasi secara cepat oleh hati , sehingga toletansi cepat terjadi.
  1. amphetamine_structure4.      AMFETAMIN

            Akhir abad ke 19, para ahli farmasi berhasil menemukan struktur kimia epinefrin (adrenalin), yaitu suatu zat yang secara alami sudah ada dalam tubuh untuk menghadapi stress dalam hidup.Setelah penemuan tersebut, ratusan zat yang berkhasiat mirip diantaranya amfetamin, berhasil disintesa.Beberapa diantaranya dimanfaatkan dalam bidang kedokteran,tetapi lebih banyak yang disalahgunakan

            Amfetamin juga dikenal dengan nama  speed, uppers, whiz atau sulfat.Contoh obat-obat penenang yang mengandung amfetamin adalah Ecstacy dan shabu-shabu (SS).

Penggunaan  amfetamin dalam bidang kesehatan adalah :

  • Untuk pengobatan terapi depresi ringan.
  • Parkinsonisme (penyakit akibat benturan dikepala terus menerus)
  • Skizofrenia (gila)
  • Hipotensi (tekanan darah tinggi)

Penyalah gunaan amfetamin  yang tidak berdasarkan petunjuk kesehatan :

  • Sebagai dopping, yaitu meningkatkan prestasi dalam pertandingan olah raga secara tidak sah.
  • Untuk mengurangi berat badan karena dapat menghilangkan rasa lapar.
  • Untuk meningkatkan ketahanan fisik dalam bekerja.
  • Untuk menghilangkan rasa kantuk sehingga sering digunakan oleh pengemudi jarak jauh

            Bila dipakai terus-menerus, amfetamin dapat menimbulkan ketergantungan fisik dengan gejala rasa lelah, apatis (sikap tak peduli), depresi, rasa nyeri pada seluruh tubuh, gerakan motorik lamban, hipersomnia (tidur terus) dan banyak mimpi.

            Intervensi utama utama dalam menangani para nyalahguna obat-obatan adalah detoksifikasi atau menghentikan penggunaan obat tersebut. Seseorang yang mabuk karena amfetamin dapat disadarkan dengan pemberian sejenis fenotiazin dalam dosis yang tepat. Fenotiazin adalah jenis obat-obatan yang biasa digunakan untuk menangani skizofrenia. Detoksifikasi ini merupakan cara pertama dan termudah dalam menangani pecandu atau penyalahguna obat-obatan. Terdapat dua pendekatan dalam menangani penyalahguna obat, yaitu biologis dan psikologis.

            Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengurangi simtom-simtom putus zat dan mungkin juga menyerang basis fisik kecanduan kokain, misalnya dua eksperimen double blind, meskipun belum menemukan hasil yang memuaskan. Selain itu ditemukan bahwa imipramin (tofranil) dapat membantu mengurangi depresi pada para penyalahguna kokain, namun hal itu tidak dapat membantu pasien berhenti menggunakan kokain. Sementara itu desipramin memberikan hasil yang lebih baik. Obat lain, klonidin, suatu obat anti hipertensi, dapat mengurangi gejala putus berbagai macam obat yang menimbulkan kecanduan, termasuk kokain (Baumgartner & Rowen, 1987 dalan Davison dkk, 2006). Selain itu, bromokriptin dapat mengurangi ketagihan dengan menghentikan penurunan kadar dopamin.

Pada penanganan psikologis, digunakan beberapa terapi untuk menangani penyalah guna obat dan seringkali dikombinasikan dengan penanganan biologis. Penggunaan desipramin baik dilakukan untuk pasien dengan tingkat ketergantungan rendah, sementara itu penanganan cognitif-behavior cukup efektif dilakukan pada tingkat ketergantungan berat sehingga menunjukkan bahwa aspek-aspek psikologis juga penting untuk dilakukan terhadap pengguna obat-obatan. Para pengguna kokain juga dapat diajari berbagai strategi coping terhadap ketagihan atau pelatihan pencegahan kekambuhan. Selain menggunakan terapi cognitif-behavior, cara lain yang digunakan adalah menggunakan token ekonomi. Sebuah hadiah diberikan untuk pasien bila tidak menggunakan kokain.

DAFTAR PUSTAKA

 

ettylist.files.wordpress.com/2011/11/zat-adiktik-dan-psikotropika.docx. Diakses Pada Tanggal

            02 Juli 2013.

http://neniterawativisenna.blogspot.com/2012/01/gangguan-yang-berkaitan-dengan.html.

            Diakses Pada Tanggal 02 Juli 2013.

http://hariono-a-w-fpsi10.web.unair.ac.id/artikel_detail-74620 Umum%20Gangguan%20Penyalahgunaan%20Stimulan.html. Diakses Pada Tanggal 02 Juli 2013.

http://indonesiadocuments.blogspot.com/2012/10/stimulan-adalah-apa-itu-stimulan.html#ixzz2XtiayNJ2. Diakses Pada Tanggal 02 Juli 2013.

Gerontophilia

aug11-snpword-gerontophiliaThe term gerontophilia refers to the sexual preference for the elderly. The word derives fromGreek: geron, meaning “old man or woman” and philie, meaning “love”. Gerontophilia berasal dari bahasa Yunani yaitu Geron yang berarti pria tua atau wanita lanjut usia dan philie yaitu cinta.

Gerontopilia adalah suatu perilaku seksual dimana sang pelaku jatuh cinta dan mencarI kepuasan seksual kepada orang yang sudah berusia lanjut (nenek-nenek atau kakek-kakek). Specialised terms are alphamegamia for the attraction to an older man and anililagnia for the attraction to an older woman. Istilah untuk pelaku gerontophilia yang menyukai pria lanjut usia disebut alphamegamia dan untuk penyuka wanita tua yaitu anililagnia. Istilah tersebut berlaku  untuk penyuka sesama jenis (homo) ataupun lawan jenis (hetero) yang lebih tua.

Hubungan dengan perbedaan usia dari semua jenis telah diamati dengan baik pria maupun wanita sebagai mitra yang lebih tua atau lebih muda. Dalam berbagai budaya, pria tua dan wanita muda sering mencari satu sama lain untuk hubungan seksual atau perkawinan. Kadang wanita tua berkencan dengan pria yang lebih muda dan dalam kedua kasus kekayaan dan daya tarik fisik sering relevan.

Rata-rata di Eropa, kebanyakan pria menikahi wanita sekitar tiga tahun lebih muda dari     dirinya sendiri. Sebuah studi yang dirilis pada tahun 2003 oleh Kantor Inggris untuk Statistik Nasional menyimpulkan bahwa proporsi perempuan di Inggris dan Wales menikah dengan pria yang lebih muda meningkat dari 15% menjadi 26% antara tahun 1963 dan 1998. Penelitian ini juga menunjukkan tingkat perceraian yang lebih tinggi sebagai perbedaan usia ketika wanita lebih tua dan tingkat perceraian yang lebih rendah sebagai perbedaan usia meningkat ketika pria itu lebih tua.

       Dalam sebuah penelitian Brown University, telah mencatat bahwa struktur sosial suatu negara menentukan perbedaan usia antara pasangan lebih dari faktor-faktor lainnya. Salah satu kekhawatiran hubungan dengan perbedaan usia dalam beberapa budaya adalah perbedaan persepsi antara orang-orang dari rentang usia yang berbeda. Perbedaan-perbedaan ini mungkin seksual, finansial atau sosial di alam. Peran gender dapat mempersulit hal ini lebih jauh. Sosial, masyarakat dengan perbedaan dalam distribusi kekayaan antara tua dan muda orang-orang yang dapat mempengaruhi dinamika hubungan.

   Keluhan awal biasanya adalah seorang merasa impoten apabila menghadapi istri/suami sebagai pasangan hidupnya, karena merasa tidak tertarik lagi. Semakin ia didesak oleh pasangannya maka ia semakin tidak berkutik, bahkan menjadi cemas. Gairah seksualnya kepada pasangan yang sebenarnya justru bisa bangkit lagi jika ia telah bertemu dengan idamannya (kakek/nenek).

SUMBER

https://en.wikipedia.org/wiki/Gerontophilia

http://www.e-psikologi.com/epsi/lanjutusia_detail.asp?id=187

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/09/psi-kesehatan-mental-gerontopilia-cinta-tak-kenal-umur/

https://en.wikipedia.org/wiki/Alphamegamia

Ciri – Ciri Kesulitan Belajar

kesulitan-belajar-anak-300x199Meskipun berbeda-beda definisi, secara umum kesulitan belajar terkait dengan beberapa dari ciri-ciri berikut :

  •  Mengalami kesulitan belajar di sekolah.
  •  Kinerja yang tidak merata pada berbagai tugas sekolah
  •  Ada kaitannya dengan masalah faali.
  • Ada gangguan pada proses psikologis dasar.
  • Di luar cakupan kategori ketidakmampuan yang dikelompokkan ke ‘luar biasa’ (tuna netra, tuna wicara, tuna grahita, tuna daksa).

Menurut Vallet (Johnson & Morasky, 1980) :

Mempunyai sejarah kegagalan akademik berulang kali sehingga melemahkan usaha atau harapan untuk berhasil

Hambatan fisik (tubuh) berupa cacat fisik tertentu

Kelainan motivasional, yaitu kegagalan berulang, penolakan guru dan teman, tidak ada reinforcement (penguat).

Kecemasan yang samar-samar akibat dari kegagalan berulang yang menimbulkan kegelisahan, ketidaknyamanan, menarik diri, melamun dan tidak konsetrasi.

Perilaku yang berubah-ubah dan tidak dapat diduga sehingga nilai raport tidak konstan yang disebabkan oleh turun naiknya minat dan perhatian terhadap pelajaran.

Penilaian yang keliru karena data tidak lengkap, sehingga menyebabkan pemberian ‘label’ yang tidak sesuai.

Pendidikan yang tidak memadai, yaitu adanya ketidakcocokan antara kebutuhan siswa dengan kegiatan-kegiatan di dalam kelas.

 

Faktor kesulitan belajar tersebut adalah:

·         Adanya hambatan belajar secara fisik, lingkungan, genetis, penyakit ataupun pola asuh keluarga

·         metode pembelajaran yang kurang sesuai dengan kebutuhan belajarnya

      gaya belajar siswa yang unik

 

Kendala di atas dapat diantisipasi apabila kita mengetahui ciri-ciri kesulitan belajar yang dialami oleh siswa seperti berikut ini:

·         Gangguan persepsi visual:

Melihat huruf/angka dengan posisi yang berbeda dari yang tertulis, sehingga seringkali terbalik dalam menuliskan kembali. Sering tertinggal huruf dalam menulis. Menuliskan kata dengan urutan yang salah misalnya ibu jadi ubi. Sulit memahami kanan dan kiri. Bingung membedakan antara obyek dengan latar belakang. Sulit mengkoordinasi antara mata (penglihatan) dengan tindakan (tangan, kaki, dan lain-lain)

·         Gangguan persepsi auditori

Sulit membedakan bunyi: menangkap secara berbeda apa yang didengarnya. Sulit memahami perintah teruteama perintah yang diberikan dalam jumlah banyak dan kalimat yang panjang. Bingung dan kacau dengan bunyi yang datang dari berbagai penjuru sehingga sulit mengikuti diskusi karena saat mencoba mendengar sebuah informasi sudah mendapatkan gangguan dari suara lain di sekitarnya.

·         Gangguan bahasa

Sulit menangkap dan memahami kalimat yang dikatakan kepadanya. Sulit mengkoordinasikan/mengatakan apa yang sedang dipikirkan.

·         Gangguan persepsi – motorik

Kesulitan motorik halus (sulit mewarnai, menggunting, melipat, menempel, menulis rapi, memotong, dll ). Memiliki masalah dalam koordinasi dan disorientasi yang mengakibatkan canggung dan kaku dalam geraknya.

·         Hiperaktivitas

Sukar mengontrol aktivitas motorik dan selalu bergerak/menggerakkan sesuatu (tidak bisa diam). Berpindah-pindah dari satu tugas ke tugas berikutnya tanpa menyelesaikan terlebih dahulu. Impulsif.

·         Kacau (distractibility)

Tidak dapat membedakan stimulus yang penting dan tidak penting. Tidak teratur, karena tidak memiliki urutan-urutan dalam proses berpikir. Perhatiannya sering berbeda dengan apa yang sedang dikerjakan (melamun/berhayal saat belajar di kelas).

Bila kita menemukan anak didik yang memiliki ciri seperti di atas, maka tindakan yang perlu dilakukan adalah:

  • Berkoordinasi dengan orang tua agar melakukan konsultasi sengan psikolog/terapis/dokter
  • Melakukan perubahan strategi pengajaran disesuaikan kebutuhannya.

 

 DAFTAR PUSTAKA

http://www.sarjanaku.com/2011/08/pengertian-kesulitan-belajar.html

http://tarmidi.wordpress.com/2008/02/20/kesulitan-belajar-learning-dissability-dan-masalah-emosi/

http://mutiaraendah.wordpress.com/2010/01/10/ciri-ciri-kesulitan-belajar/

 

Lupa

Secara psikologis bahwa

  • Segala apa yang telah di pelajari dan diingat akan disimpan pada bagian otak. Namun jika semua materi yang telah di pelajari tidak digunakan dalam kurun waktu lama, maka karena proses metabolisme otak, lambat laun semua materi akan terhapus dan tidak dapat mengingatnya kembali.
    • Karena ada perubahan – perubahan secara sistematis, ada kemungkinan bahwa materi tersebut tidak lenyap semuanya, disini terjadi suatu hambatan , hambatan itu di sebut retroaktif  Ada tiga kemungkinan dalam teori Gestal ( Pengantar psikologi perkembangan, hal.121, oleh Sarlito W. Sarwono ) :

Penghalusan, materi berubah bentuknya kea rah yang lebih simetris, lebih halus, kurang tajam sehingga bentuknya yang asli tidak didingat kembali

Penegasan, bagian – bagian yang paling mencolok pada suatu hal adalah hal yang paling mengesankan, sehingga bagian itu di pertegas dan yang diingatnya adalah hanya bagian yang paling mencolok, sedangkan bentuk secara keseluruhan tidak diingat kembali

Asimilasi, perubahan materi dari bentuk umum ke bentuk yang yang ideal dan sempurna saja yang diingat. ( contoh : suatu bentuk yang mirip dengan botol, sekalipun bentuk itu bukan botol tetapi yang diingat hanya bentuk botol.)

Secara fisiologis dimana proses ini terjadi secara alamiah pada otak.

  • karena proses penuaan atau disebut pula dimensia senilis artinya kemunduran karena penuaan
  • Proses lain adalah trauma, pengalaman trauma berat akan menyebabkan lupa ingatan
  • Amnesia karena kecanduan obat – obat terlarang

Proses Lupa

imKJKetika kita mengalami sesuatu, otak akan mencatatnya dengan membuat sekumpulan neuron di otak sekaligus jalur menuju kumpulan neuron tsb. Mari kita analogikan kumpulan neuron yang berisi memori kita itu sebagai “Gudang Neuron“, dan jalan yang dibuat untuk mengaksesnya kita sebut saja “Jalan Neuron“. Otak kita bekerja seperti ini, semakin sering kita mengulangi atau mengingat-ingat sesuatu, neuron yang digunakan akan semakin “kuat”.

Jadi bila dianalogikan, semakin kita sering mengulangi, maka “Gudang Neuron” dan “Jalan Neuron” akan semakin terang, dan mudah ditemukan bahkan dalam malam yang paling gelap sekalipun. Ketika Jalan Neuron sudah terlalu redup, maka sang otak tidak bisa lagi menemukan jalan menuju Gudang Neuron, dan akhirnya tidak bisa mengakses kumpulan memori tersebut. Inilah yang disebut “Lupa”.

Tapi pada kenyataanya banyak hal yang bisa mempengaruhi terang-redupnya Gudang dan Jalan Neuron tsb, seperti emosi,dll.

Selain itu Gudang Neuron normalnya tak akan bisa hilang, jadi apabila kita di hipnotis dan bisa menemukan Gudang Neuron yang sudah sangat redup, itu dikarenakan Alam Bawah Sadar kita “bisa melihat dalam kegelapan”, dalam artian bahwa mereka mengetahui koordinat dari setiap neuron yang pernah tercipta.

            Seseorang mengalami lupa jika informasi yang masuk tidak mendapat perlakuan sebagaimana mestinya. Lupa dapat merupakan proses yang masih normal (fisiologis), tapi dapat pula menjadi proses yang abnormal (patologis). Ada beberapa macam bentuk lupa, yakni mudah lupa (forgetfulness), amnesia, dan demensia. Mudah lupa terjadi bilamana informasi yang diterima berhasil melalui proses normal dan akhirnya tersimpan di dalam memori jangka panjang. Mudah lupa dapat terkait dengan penambahan usia yang sering dihubungkan dengan inefisiensi proses memori, seperti proses berpikir menjadi lamban, kurang menggunakan strategi memori yang baik, kesulitan memusatkan perhatian dan mengabaikan distraktor dan akan semakin berat jika menyerang manula dan disebut sebagai age-associated memory impairment (AAMI).

            Amnesia, informasi hanya sampai di memori jangka pendek. Dengan kata lain, terjadi kegagalan atau kesulitan belajar yang berarti sudah bersifat patologis. Namun, perhatian terhadap informasi yang masuk, mengingat kembali informasi yang sudah lama, fungsi kognisi, bahasa, dan kepribadian masih berjalan dengan normal. Sedangkan Demensia gangguan yang paling berat. Informasi sama sekali tidak dapat masuk dalam proses memori. Bisa disebabkan oleh berbagai kelainan di otak seperti: gangguan vaskuler (stroke) dan degeneratif (sindrom Alzheimer).

SUMBER :

 

Memori

Memori adalah penyimpanan informasi menurut waktu.

Proses-proses dan Tipe-tipe Memori

Penyandian Penyimpanan Pengambilan
Memasukkan informasi kedalam memori Menyimpan informasi menurut waktu Mengambil informasi dari memori

Penyandian, penyimpanan dan pengingatan kembali adalah proses-proses dasar yang dibutuhkan memori.

 Melalui belajar orang menerima informasi dari lingkungan. Pemerolehan informasi dapat dilakukan dengan sadar dan bertujuan (intentional learneing) melalui perhatian dan konsentrasi terhadap sesuatu yang ingin dipelajari. Tetapi informasi dapat diterima tanpa tujuan untuk mengingatnya (incidental learning).

  • Memori Jangka Pendek kemampuan menyimpan informasi ( Retention) hingga 15-30 detik selama tidak ada pengulangan informasi. Pengulangan (rehearsal) akan menyimpan informasi ini lebih lama. Yakni hanya mengingat-ingat informasi dalam beberapa detik sampai beberapa jam dan ini ditransfer ke dalam memory jangka panjang (long-term memory) agar dapat disimpan dan diingat lebih lama, bahkan mungkin bertahan seumur hidup.
  • Memori Jangka Panjang memori yang relatif permanen dan tak terbatas.
  • Memori Kerja “meja kerja” mental di mana individu memanipulasi dan merakit informasi sembari mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, dan melancarkan bahasa lisan dan tulisan.

Menyusun Memori

  • Teori Skema : Orang mengrekonstruksi informasi dengan menyesuaikan dengan informasi yang sudah ada di otaknya
  • Teori Jejak Kabur : Ketika individu-individu menyandikan informasi, mereka menyediakan 2 tipe representasi memori. 

    Pada Teori Jejak Kabur ada 2 jenis memori yakni Jejak Memori Harafiah (Verbatim Memory Trace) yang terdiri atas rincian-rincian yang detail dan Jejak Kabur (Fuzzy Trace) atau Intisari (Gist) yang merupakan ide sentral dari informasi tersebut.

CF1F18B9DC858D4EA412F3BB8F1B0Menurut Dr. Murray Grossman (45), ahli saraf dari Pusat Medis Universitas Pennsylvania, AS, bila ditelusuri lebih teliti berdasarkan jangka waktu keawetannya, ada lima jenis memori. Masing-masing: Semantik, Implisit, Remote, Working, dan Episodi.

Memori Semantik merupakan memori tentang makna simbol dan kata. Dengan memori ini kita bisa membedakan anjing dengan kucing.

Memori Implisit Memori tak sadar; memori terkait ketrampilan dan prosedur rutin dan dilakukan secara otomatis, biasanya menyangkut kecakapan tertentu, seperti bersepeda, berenang.

Memori Remote merupakan gudang data, umumnya melemah sejalan dengan bertambahnya usia.

Memori Working adalah memori jangka pendek, yang kita andalkan saat melakukan kegiatan sehari-hari, seperti mengingat bagian kalimat pertama saat lawan bicara kita sedang mengucapkan bagian kalimat kedua, sehingga kita dapat memahami apa yang ia maksud.

Memori Episodik ialah memori yang menyangkut pengalaman yang belum lama terjadi. Apa nama film yang ditonton minggu lalu, apa nama restoran yang dipesan untuk berkencan Sabtu mendatang, di mana Anda letakkan kacamata barusan, dst. Memori Episodik juga mundur dengan bertambahnya usia.

Dan teori lain menambahkan Memori Eksplisit Memori sadar tentang fakta dan pengalaman.

Pengetahuan dan Keahlian Kemampuan kita mengingat informasi baru tentang suatu objek sangat tergantung pada apa yang telah kita ketahui.

SUMBER :

 

Berfikir Sederhana

Terpetik sebuah kisah, seorang pemburu berangkat ke hutan dengan membawa busur dan tombak. Dalam hatinya dia berkhayal mau membawa hasil buruan yang paling besar, yaitu seekor rusa. Cara berburunya pun tidak pakai anjing pelacak atau jaring penyerat, tetapi menunggu di balik sebatang pohon yang memang sering dilalui oleh binatang-binatang buruan. 

Tidak lama ia menunggu, seekor kelelawar besar kesiangan terbang hinggap di atas pohon kecil tepat di depan si pemburu. Dengan ayunan parang atau pukulan gagang tombaknya, kelelawar itu pasti bisa diperolehnya. Tetapi si pemburu berpikir, “untuk apa merepotkan diri dengan seekor kelelawar? Apakah artinya dia dibanding dengan seekor rusa besar yang saya incar?” 

Tidak lama berselang, seekor kancil lewat. Kancil itu sempat berhenti di depannya bahkan menjilat-jilat ujung tombaknya tetapi ia berpikir, “Ah, hanya seekor kancil, nanti malah tidak ada yang makan, sia-sia.” Agak lama pemburu menunggu. Tiba-tiba terdengar langkah-langkah kaki binatang mendekat, pemburupun mulai siaga penuh,tetapi ternyata, ah… kijang. Ia pun membiarkannya berlalu. Lama sudah ia menunggu, tetapi tidak ada rusa yang lewat, sehingga ia tertidur.

cartoon-deer-8Baru setelah hari sudah sore, rusa yang ditunggu lewat. Rusa itu sempat berhenti di depan pemburu, tetapi ia sedang tertidur. Ketika rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget. Spontan ia berteriak, Rusa!!!” sehingga rusanya pun kaget dan lari terbirit-birit sebelum sang pemburu menombaknya. Alhasil ia pulang tanpa membawa apa-apa.

Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi dan bicaranya pun terkadang sulit dipahami. Tawaran dan kesempatan-kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga. Tidak jarang orang orang seperti itu menelan pil pahit karena akhirnya tidak mendapatkan apa-apa. 

Demikian juga dengan seseorang yang mengidamkan pasangan hidup, yang mengharapkan seorang gadis cantik atau perjaka tampan yang alim, baik, pintar dan sempurna lahir dan batin, harus puas dengan tidak menemukan siapa-siapa.

BY : ANONIM

Doa Sang Juara

too-busy-not-to-pray1Suatu ketika, ada seorang  anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil  balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya. Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya. Yah, memang, mobil itu tak begitu  menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu  tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab mobil itu buatan tangannya sendiri. Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan  mobil balap mainan.

Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 “pembalap” kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya. Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata,”Ya, aku siap!”.

Dor. Tanda telah  dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat menjagokan mobilnya masing-masing. “Ayo..ayo…cepat..cepat,maju..maju”, begitu teriak mereka. Ahha…sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, Mark lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap,dan berkomat-kamit lagi dalam hati. “Terima kasih.” Saat pembagian piala tiba, Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. “Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?”.

Mark terdiam. “Bukan, Pak,  bukan itu yang aku panjatkan” kata Mark. Ia lalu melanjutkan, “Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan  untuk  menolongmu mengalahkan orang lain. “Aku, hanya  bermohon pada Tuhan supaya aku tak menangis, jika aku kalah.” Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa  saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan. Teman, anak-anak, tampaknya lebih punya  kebijaksanaan dibanding kita semua.

Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Mark,  tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang  ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia  tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya. Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari  kekurangan dengan rasa

bangga.  Mungkin, telah banyak waktu  yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang  terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu  sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal, bukankah  yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya? Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah. Sesungguhnya, Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya yang shaleh. Jadi, teman, berdoalah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian. Berdoalah agar kita selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi itu semua.

BY : ANONIM

Jagung

KJSeorang wartawan mewawancarai seorang petani untuk mengetahui rahasia di balik buah jagungnya yang selama bertahun-tahun selalu berhasil memenangkan kontes perlombaan hasil pertanian. Petani itu mengaku ia sama sekali tidak mempunyai rahasia khusus  karena ia selalu membagi-bagikan bibit jagung terbaiknya pada tetangga-tetangga di sekitar perkebunannya. “Mengapa anda membagi-bagikan bibit jagung terbaik itu pada tetangga-tetangga anda? Bukankah mereka mengikuti kontes ini juga setiap tahunnya?” tanya sang wartawan.

 “Tak tahukah anda?,” jawab petani itu. “Bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari bunga-bunga yang masak dan menebarkannya dari satu ladang ke ladang yang lain. Bila tanaman jagung tetangga saya buruk, maka serbuk sari yang ditebarkan ke ladang saya juga buruk. Ini tentu menurunkan kualitas jagung saya. Bila saya ingin mendapatkan hasil jagung yang baik, saya harus menolong tetangga saya mendapatkan jagung yang baik pula.”
Begitu pula dengan hidup kita. Mereka yang ingin meraih keberhasilan harus menolong tetangganya menjadi berhasil pula. Mereka yang menginginkan hidup dengan baik harus menolong tetangganya hidup dengan baik pula. Nilai dari hidup kita diukur dari kehidupan-kehidupan yang disentuhnya.

BY : ANONIM