Kebosanan Kerja

lembur429177@Setiap individu pasti pernah mengalami kebosanan. Kebosanan bisa terjadi di dalam berbagai aspek kehidupan individu seperti pekerjaan, sekolah, bahkan perkawinan. Biasanya rasa bosan ditandai dengan kelelahan, miskin kreativitas, hilangnya minat atau ketertarikan pada sesuatu yang dahulu disukai, malas, lesu, dan berbagai perasaan tidak enak yang jika tidak ditangani dengan cepat dapat menyebabkan individu tersebut mengalami stress bahkan depresi.

Dalam dunia kerja, kebosanan kerja menjadi sangat penting untuk mendapat perhatian mengingat bahwa hal tersebut akan dapat mempengaruhi produktivitas kerja pegawai. Kebosanan kerja bisa terjadi bukan saja pada pekerja di tingkat bawah (Frontliner) tetapi juga bisa melanda para pekerja di tingkat atas (Managerial Level). Oleh karena itu banyak perusahaan yang melakukan berbagai tindakan pencegahan dengan cara melakukan rotasi kerja, melibatkan pekerja dalam pengambilan keputusan, melaksanakan company gathering, memberikan kesempatan untuk melakukan cuti, dan masih banyak lagi hal lainnya. Semua kegiatan tersebut  bertujuan untuk membuat para pekerja tidak merasa bosan dan jenuh dengan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan sehari-hari. Dari sisi individu, hal-hal apa saja yang harus dilakukan agar dapat terbebas dari kebosanan kerja tersebut? 

Penyebab 
Beberapa alasan mengapa bisa terjadi kebosanan kerja dapat dibagi dalam beberapa penyebab, yaitu: 

Pekerjaan Tidak Menarik atau Tidak Menantang

Otak manusia membutuhkan stimulasi dan tantangan terus-menerus. Artinya dalam konteks pekerjaan maka otak manusia cenderung membutuhkan tugas-tugas baru yang menantang atau menarik. Setiap saat menemukan tugas atau tantangan baru maka otak akan berusaha untuk menguasai tugas tersebut, dan sesudah berhasil menguasainya maka otak membutuhkan stimulasi baru. Jika stimulasi atau tantangan baru tersebut tidak ada dan otak hanya mengulang apa yang telah dikuasai maka tugas atau pekerjaan yang telah dikuasai tersebut menjadi tidak menarik sehingga timbul kebosanan. Para pekerja yang setiap hari hanya melakukan pekerjaan yang sama dan berulang-ulang serta berada dalam lingkungan kerja yang relatif sama akan sangat mudah menjadi bosan setelah menjalani pekerjaan tersebut dalam waktu tertentu. Selain itu pekerjaan yang dianggap terlalu mudah atau tidak sesuai dengan tingkatan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan  yang dimiliki oleh seseorang  juga akan cenderung membuat ia mengalami kebosanan. 

  

Tidak Memiliki Otonomi 

Dalam bekerja hampir setiap individu mendambakan untuk dapat bekerja dengan otonomi yang luas, memiliki tanggungjawab, bisa fleksibel dalam mengerjakan tugas-tugas, dan terlibat dalam pembuatan keputusan yang menyangkut dirinya. Jika hal-hal seperti ini tidak didapat oleh pekerja selama melakukan aktivitas kerjanya maka kemungkinan untuk menjadi bosan akan sangat terbuka.

Arti Bekerja

Meski telah memiliki pekerjaan yang menantang, otonomi kerja dan dilibatkan dalam pembuatan keputusan, seseorang akan tetap bisa menjadi bosan jika ia tidak merasa bahwa bekerja adalah sesuatu yang berharga bagi hidupnya. Seseorang yang tidak tahu apa alasannya sehingga dia harus bekerja atau pekerjaan yang ditekuni ternyata tidak memiliki nilai yang sesuai dengan apa yang diyakini pasti akan cepat menjadi bosan. Untuk bisa tetap bertahan dan menyenangi pekerjaan, seseorang harus mengetahui arti pekerjaan tersebut bagi kehidupannya atau dengan kata lain ia harus bisa menjawab pertanyaan mengapa ia harus bekerja.

Tidak Melakukan Apa-apa

Dalam masyarakat kita seringkali kita mendengar komentar seperti: “enak sekali hidupnya si A, punya jabatan tinggi, tiap hari hanya tinggal makan dan tidur saja, tidak seperti saya yang setiap harinya harus bekerja membanting tulang dari subuh sampai tengah malam untuk bisa makan”. Benarkah kehidupan si A akan seenak yang dikatakan oleh orang tersebut? Jawabnya: belum tentu. Dalam kehidupan ini banyak sekali individu yang justru merasa bosan karena tidak lagi memiliki kesempatan untuk melakukan tugas-tugas tertentu karena sudah dikerjakan oleh orang lain. Ada banyak manager yang akhirnya tidak bertahan di suatu perusahaan meski menyandang jabatan sangat tinggi karena ia merasa tidak dapat berbuat apa-apa. Jadi dalam hal ini datang ke kantor dan duduk-duduk saja sambil memberi perintah belum tentu akan membuat seseorang tidak mengalami kebosanan.  

Mengatasi Kebosanan Kerja

Kebosanan kerja bukan saja memberikan dampak yang negatif bagi kinerja individu dalam perusahaan/organisasi tetapi juga dapat menyebabkan berbagai dampak psikologis yang dapat mengganggu kesejahteraan jiwa individu tersebut. Dampak psikologis tersebut misalnya timbulnya rasa hampa dalam diri individu tersebut, meragukan kemampuan diri sendiri atau sebaliknya justru bersikap arogan karena merasa semua tugas dapat dikerjakan tanpa kesulitan, hilangnya motivasi kerja, dsb. Dengan melihat dampak-dampak tersebut maka kebosanan kerja perlu  segera ditangani agar tidak sampai menyebabkan stress atau depresi. Beberapa cara berikut ini mungkin layak anda pertimbangkan jika kebetulan anda merasa bosan dengan pekerjaan anda saat ini:

Menulis 

write-usMenulis buku, novel, artikel atau training manual akan sangat berguna untuk mengalihkan perhatian anda dari tugas-tugas sehari-hari. Sekali anda melakukan salah satu dari hal-hal tersebut maka anda akan terus tertantang untuk membuat tulisan dengan mutu yang lebih baik. Selain itu dengan menulis maka anda akan terpacu untuk mencari berbagai informasi dan bahan-bahan yang diperlukan sehingga wawasan anda menjadi lebih luas dan kesempatan untuk mengaktualisasikan potensi dan kemampuan anda ke dalam tulisan tersebut menjadi lebih terbuka. Bahkan bisa jadi bahwa kegiatan anda menulis tersebut justru menjadi karir yang kemudian membuat anda meraih kesuksesan. Contoh nyata dalam hal ini adalah John Grisham, seorang pengacara yang menjadi pengarang Novel,  yang justru menjadi terkenal setelah menulis novel  dan bukan ketika ia berprofesi sebagai Lawyer. 

Mengajar 
aaaaaaaaaaaaMenjadi dosen atau guru sudah menjadi suatu fenomena umum yang sering kita temui pada pekerja di Indonesia. Dengan mengajar maka anda akan memiliki kesempatan untuk menikmati kondisi atau suasana yang berbeda antara dunia kerja (kantor) dengan dunia akademik (kampus/sekolah). Menjadi Mentor

Para pekerja senior maupun manager sebaiknya menyediakan waktu untuk mendidik para professional yunior yang ada dalam perusahaannya. Dalam beberapa perusahaan hal ini mungkin sudah merupakan suatu tugas yang memang harus dilakukan oleh sang manager. Namun demikian jika di perusahaan anda kebetulan belum berlaku hal tersebut maka ajukan diri untuk mulai melakukannya. Hal ini akan sangat berguna dalam mengatasi kebosanan kerja.

 

Berwiraswasta

Memulai usaha sendiri merupakan suatu langkah besar yang dapat dilakukan oleh para pekerja yang menyukai tantangan. Dengan memulai usaha sendiri maka tantangan akan semakin besar dan akan menuntut individu tersebut untuk menguasai (setidaknya mengetahui) berbagai bidang yang berguna untuk kelangsungan usahanya. Usaha baru yang dijalankan bisa saja masih bergerak pada bidang yang sama dengan yang dilakukan semasa bekerja di perusahaan orang lain, atau bisa juga memilih bidang yang berbeda sama sekali.        

Menjadi Konsultant

Menjadi “independent consultant” bagi perusahaan-perusahaan kecil yang tidak mampu membayar jasa  perusahaan-perusahaan konsultant besar dan ternama merupakan suatu tantangan yang menarik bagi anda yang sangat menguasai bidang pekerjaan anda. Anda bisa mencoba menjadi konsultant di perusahaan milik anggota keluarga, teman atau relasi anda. Tentu saja hal ini harus dilakukan tanpa melanggar aturan yang berlaku di perusahaan tempat anda bekerja saat ini. Artinya hal ini bisa dilakukan sejauh hal tersebut diijinkan oleh perusahaan tempat anda bekerja atau tanpa menggunakan waktu dan fasilitas dari perusahaan tempat anda bekerja sekarang ini.       

Melibatkan Diri Dalam Asosiasi Profesi

Bergabung dengan asosiasi profesi sesuai bidang keahlian yang anda miliki dan mau terlibat dalam aktivitas-aktivitas yang diselengggarakan oleh asosiasi tersebut merupakan suatu cara yang baik untuk kembali menyegarkan semangat kerja anda. Dengan ikut terlibat dalam asosiasi dan kegiatan tersebut maka anda memiliki kesemapatan untuk berbagi pengalaman dengan rekan seprofesi sehingga dapat lebih memperkaya wawasan dan dapat memunculkan ide-ide atau harapan-harapan baru.  

Menjalin Kerjasama Dengan Perusahaan Lain

Dewasa ini terdapat aneka ragam perusahaan yang menawarkan peluang kerja yang memungkinkan individu untuk dapat bekerjasama tanpa mengganggu pekerjaan yang sudah ada atau yang sedang ditekuni saat ini. Sebagai contoh: ada perusahaan yang menawarkan kerjasama dalam bentuk penyertaan saham dan bagi hasil, anda yang menggunakan sistem Multi Level Marketing, dan ada juga yang berbasis web (kerja jarak jauh), dll. Semua penawaran tersebut membuka peluang bagi anda untuk melakukan kerjasama. Anda dapat mempelajari masa depan dari masing-masing perusahaan tersebut dan menentukan mana yang lebih sesuai untuk diri anda. 

Mengikuti Kursus/Pelatihan

Sesekali ikutlah dalam salah satu kursus atau pelatihan untuk mengupdate kemampuan anda dan mendapatkan suasana baru yang berbeda dengan suasana kerja sehari-hari. Bila perlu pilih kursus yang ada di luar kota agar anda bisa belajar sambil bersantai dengan keluarga atau teman, sehingga ketika kembali ke kantor pikiran menjadi segar kembali.

Merubah Karir

Jika ternyata anda terus-terusan mengalami kebosanan kerja di bidang yang sama maka ada baiknya anda mulai mengevaluasi diri anda. Cobalah pikirkan kelebihan dan kekurangan anda dalam bidang tersebut. Jika perlu jangan takut untuk merubah karir. Hal ini tentu saja tidak gampang dilakukan, terutama untuk karir yang tidak ada kaitannya dengan bidang pendidikan atau pun keahlian anda, mengingat bahwa kesempatan kerja di Indonesia masih amat tidak seimbang dengan jumlah calon pekerja. Oleh karena itu sebelum merubah karir maka pastikan anda membekali diri dengan pengetahuan dan keahlian  yang sesuai.

Masih banyak cara yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk mengatasi kebosanan kerja. Pada dasarnya beberapa hal penting yang diharapkan dilakukan oleh para pekerja yang mengalami kebosanan kerja adalah agar mereka dapat mengubah suasana kerja menjadi lebih menarik dan menyenangkan, menemukan sesuatu yang berharga dan bernilai bagi kehidupan dirinya, memilih kegiatan yang menyenangkan, dan menstimulasi otak agar dapat membantu diri sendiri dalam mengatasi berbagai persoalan hidup. Intinya untuk menghindari kebosanan kerja maka individu harus mengatasi kebosanan tersebut dengan cara: SEGERA BERTINDAK MELAKUKAN SESUATU. Gejala-gejala kebosanan bukan untuk dihindari tetapi harus diselesaikan dengan segera. DON’T WAIT BUT DO IT NOW. Semoga berguna…..(jp)

Oleh Johanes Papu
Team e-psikologi

8 Tips to Making a Successful Career Change

By Ann Everhart, ResumeDoctor.com

Career_LadderAt one time or another, most of us will make one, two or more career changes throughout our lives. It may be very intimidating at first, but it could be completely necessary to keep yourself happy.

If you are considering a career change, you should identify the problems in your current career and be sure it is not something you can adjust. Before you decide to jump ship from your current job, talk to your boss. Author Stephen Warren said, “Progressive companies recognize that motivated employees are critical to their success. They may bend over backwards to assist you once they know your real interests and desires.”

However, if nothing can be changed in your current career to make you happier, then it may be time to seek a new one. Here are eight tips to help you make a smoother career transition.

images1. Know whatyouwant.
Analyze your skills, experience and qualifications. What would best suit your personality,as well as your personal and professional needs? What skills do you have that are transferable? Note where your strengths are, where your weaknesses are, and which responsibilities you enjoy.

2. Prepare to take a dip in salary.
Experts say that looking for a new career just to advance monetarily will not overcome the dissatisfaction you have had in your current job. Be prepared to backtrack. Keep in mind that you are investing in a new career. Think about the value of temporarily taking this salary cut. You will be happier in your career, and the happier you are, the more successful you will be.

3. Research the field you are interested in.
Read trade magazines, newspaper articles and do background research on the company for which you are most interested in working. Find out as much as you can and pay attention to your interest; does this still seem right for you?

4. Start networking ASAP.
Talk to anyone and everyone who knows about your prospective field. Ask them to list the key competencies in that line of work that enable them to be successful. Also, it is a good idea to join professional associations to meet people in the field and to gain some background in it. Networking is even more critical as it gives you a chance to present your skills set BEFORE you send your resume.

40_article2photo1_job-seeker5. Get in touch with prospective employers.
Observe a company first. Even if they do not have any openings, they should remember your face and enthusiasm when one is available. This will give you chance to get a better feel for the field and also a chance for the company to get to know you.

6. Volunteer, temp or take an interim position.
This can introduce you to a number of career options as well as company styles, sizes and atmospheres. You might quickly be able to tell whether or not this is the right field for you before you make the solid commitment.

7. What type of additional training do you need? How qualified are you?
For skills you do not have, ask how you can build them. Is more education necessary? Are you willing to do this?

8. Customize your resume.
Make sure the transferable skills that the employer is seeking are clearly highlighted in your resume. Just because you do not have any experience in your prospective field, does not mean you do not have many of the necessary skills. Be sure to present yourself in a way that will prove to the company that you are qualified.

DreamjobexitThere are heaps of careers out there, but make sure you are creating realistic expectations for yourself. If you are making a decision based on someone you know who is very successful in his/her field, keep in mind that everyone has different skills and talents, plus the reason for his/her success may be because of simply a spike in the industry or for geographical reasons.

Find Your New Career Now!