Gerontophilia

aug11-snpword-gerontophiliaThe term gerontophilia refers to the sexual preference for the elderly. The word derives fromGreek: geron, meaning “old man or woman” and philie, meaning “love”. Gerontophilia berasal dari bahasa Yunani yaitu Geron yang berarti pria tua atau wanita lanjut usia dan philie yaitu cinta.

Gerontopilia adalah suatu perilaku seksual dimana sang pelaku jatuh cinta dan mencarI kepuasan seksual kepada orang yang sudah berusia lanjut (nenek-nenek atau kakek-kakek). Specialised terms are alphamegamia for the attraction to an older man and anililagnia for the attraction to an older woman. Istilah untuk pelaku gerontophilia yang menyukai pria lanjut usia disebut alphamegamia dan untuk penyuka wanita tua yaitu anililagnia. Istilah tersebut berlaku  untuk penyuka sesama jenis (homo) ataupun lawan jenis (hetero) yang lebih tua.

Hubungan dengan perbedaan usia dari semua jenis telah diamati dengan baik pria maupun wanita sebagai mitra yang lebih tua atau lebih muda. Dalam berbagai budaya, pria tua dan wanita muda sering mencari satu sama lain untuk hubungan seksual atau perkawinan. Kadang wanita tua berkencan dengan pria yang lebih muda dan dalam kedua kasus kekayaan dan daya tarik fisik sering relevan.

Rata-rata di Eropa, kebanyakan pria menikahi wanita sekitar tiga tahun lebih muda dari     dirinya sendiri. Sebuah studi yang dirilis pada tahun 2003 oleh Kantor Inggris untuk Statistik Nasional menyimpulkan bahwa proporsi perempuan di Inggris dan Wales menikah dengan pria yang lebih muda meningkat dari 15% menjadi 26% antara tahun 1963 dan 1998. Penelitian ini juga menunjukkan tingkat perceraian yang lebih tinggi sebagai perbedaan usia ketika wanita lebih tua dan tingkat perceraian yang lebih rendah sebagai perbedaan usia meningkat ketika pria itu lebih tua.

       Dalam sebuah penelitian Brown University, telah mencatat bahwa struktur sosial suatu negara menentukan perbedaan usia antara pasangan lebih dari faktor-faktor lainnya. Salah satu kekhawatiran hubungan dengan perbedaan usia dalam beberapa budaya adalah perbedaan persepsi antara orang-orang dari rentang usia yang berbeda. Perbedaan-perbedaan ini mungkin seksual, finansial atau sosial di alam. Peran gender dapat mempersulit hal ini lebih jauh. Sosial, masyarakat dengan perbedaan dalam distribusi kekayaan antara tua dan muda orang-orang yang dapat mempengaruhi dinamika hubungan.

   Keluhan awal biasanya adalah seorang merasa impoten apabila menghadapi istri/suami sebagai pasangan hidupnya, karena merasa tidak tertarik lagi. Semakin ia didesak oleh pasangannya maka ia semakin tidak berkutik, bahkan menjadi cemas. Gairah seksualnya kepada pasangan yang sebenarnya justru bisa bangkit lagi jika ia telah bertemu dengan idamannya (kakek/nenek).

SUMBER

https://en.wikipedia.org/wiki/Gerontophilia

http://www.e-psikologi.com/epsi/lanjutusia_detail.asp?id=187

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/09/psi-kesehatan-mental-gerontopilia-cinta-tak-kenal-umur/

https://en.wikipedia.org/wiki/Alphamegamia

Ciri – Ciri Kesulitan Belajar

kesulitan-belajar-anak-300x199Meskipun berbeda-beda definisi, secara umum kesulitan belajar terkait dengan beberapa dari ciri-ciri berikut :

  •  Mengalami kesulitan belajar di sekolah.
  •  Kinerja yang tidak merata pada berbagai tugas sekolah
  •  Ada kaitannya dengan masalah faali.
  • Ada gangguan pada proses psikologis dasar.
  • Di luar cakupan kategori ketidakmampuan yang dikelompokkan ke ‘luar biasa’ (tuna netra, tuna wicara, tuna grahita, tuna daksa).

Menurut Vallet (Johnson & Morasky, 1980) :

Mempunyai sejarah kegagalan akademik berulang kali sehingga melemahkan usaha atau harapan untuk berhasil

Hambatan fisik (tubuh) berupa cacat fisik tertentu

Kelainan motivasional, yaitu kegagalan berulang, penolakan guru dan teman, tidak ada reinforcement (penguat).

Kecemasan yang samar-samar akibat dari kegagalan berulang yang menimbulkan kegelisahan, ketidaknyamanan, menarik diri, melamun dan tidak konsetrasi.

Perilaku yang berubah-ubah dan tidak dapat diduga sehingga nilai raport tidak konstan yang disebabkan oleh turun naiknya minat dan perhatian terhadap pelajaran.

Penilaian yang keliru karena data tidak lengkap, sehingga menyebabkan pemberian ‘label’ yang tidak sesuai.

Pendidikan yang tidak memadai, yaitu adanya ketidakcocokan antara kebutuhan siswa dengan kegiatan-kegiatan di dalam kelas.

 

Faktor kesulitan belajar tersebut adalah:

·         Adanya hambatan belajar secara fisik, lingkungan, genetis, penyakit ataupun pola asuh keluarga

·         metode pembelajaran yang kurang sesuai dengan kebutuhan belajarnya

      gaya belajar siswa yang unik

 

Kendala di atas dapat diantisipasi apabila kita mengetahui ciri-ciri kesulitan belajar yang dialami oleh siswa seperti berikut ini:

·         Gangguan persepsi visual:

Melihat huruf/angka dengan posisi yang berbeda dari yang tertulis, sehingga seringkali terbalik dalam menuliskan kembali. Sering tertinggal huruf dalam menulis. Menuliskan kata dengan urutan yang salah misalnya ibu jadi ubi. Sulit memahami kanan dan kiri. Bingung membedakan antara obyek dengan latar belakang. Sulit mengkoordinasi antara mata (penglihatan) dengan tindakan (tangan, kaki, dan lain-lain)

·         Gangguan persepsi auditori

Sulit membedakan bunyi: menangkap secara berbeda apa yang didengarnya. Sulit memahami perintah teruteama perintah yang diberikan dalam jumlah banyak dan kalimat yang panjang. Bingung dan kacau dengan bunyi yang datang dari berbagai penjuru sehingga sulit mengikuti diskusi karena saat mencoba mendengar sebuah informasi sudah mendapatkan gangguan dari suara lain di sekitarnya.

·         Gangguan bahasa

Sulit menangkap dan memahami kalimat yang dikatakan kepadanya. Sulit mengkoordinasikan/mengatakan apa yang sedang dipikirkan.

·         Gangguan persepsi – motorik

Kesulitan motorik halus (sulit mewarnai, menggunting, melipat, menempel, menulis rapi, memotong, dll ). Memiliki masalah dalam koordinasi dan disorientasi yang mengakibatkan canggung dan kaku dalam geraknya.

·         Hiperaktivitas

Sukar mengontrol aktivitas motorik dan selalu bergerak/menggerakkan sesuatu (tidak bisa diam). Berpindah-pindah dari satu tugas ke tugas berikutnya tanpa menyelesaikan terlebih dahulu. Impulsif.

·         Kacau (distractibility)

Tidak dapat membedakan stimulus yang penting dan tidak penting. Tidak teratur, karena tidak memiliki urutan-urutan dalam proses berpikir. Perhatiannya sering berbeda dengan apa yang sedang dikerjakan (melamun/berhayal saat belajar di kelas).

Bila kita menemukan anak didik yang memiliki ciri seperti di atas, maka tindakan yang perlu dilakukan adalah:

  • Berkoordinasi dengan orang tua agar melakukan konsultasi sengan psikolog/terapis/dokter
  • Melakukan perubahan strategi pengajaran disesuaikan kebutuhannya.

 

 DAFTAR PUSTAKA

http://www.sarjanaku.com/2011/08/pengertian-kesulitan-belajar.html

http://tarmidi.wordpress.com/2008/02/20/kesulitan-belajar-learning-dissability-dan-masalah-emosi/

http://mutiaraendah.wordpress.com/2010/01/10/ciri-ciri-kesulitan-belajar/

 

Lupa

Secara psikologis bahwa

  • Segala apa yang telah di pelajari dan diingat akan disimpan pada bagian otak. Namun jika semua materi yang telah di pelajari tidak digunakan dalam kurun waktu lama, maka karena proses metabolisme otak, lambat laun semua materi akan terhapus dan tidak dapat mengingatnya kembali.
    • Karena ada perubahan – perubahan secara sistematis, ada kemungkinan bahwa materi tersebut tidak lenyap semuanya, disini terjadi suatu hambatan , hambatan itu di sebut retroaktif  Ada tiga kemungkinan dalam teori Gestal ( Pengantar psikologi perkembangan, hal.121, oleh Sarlito W. Sarwono ) :

Penghalusan, materi berubah bentuknya kea rah yang lebih simetris, lebih halus, kurang tajam sehingga bentuknya yang asli tidak didingat kembali

Penegasan, bagian – bagian yang paling mencolok pada suatu hal adalah hal yang paling mengesankan, sehingga bagian itu di pertegas dan yang diingatnya adalah hanya bagian yang paling mencolok, sedangkan bentuk secara keseluruhan tidak diingat kembali

Asimilasi, perubahan materi dari bentuk umum ke bentuk yang yang ideal dan sempurna saja yang diingat. ( contoh : suatu bentuk yang mirip dengan botol, sekalipun bentuk itu bukan botol tetapi yang diingat hanya bentuk botol.)

Secara fisiologis dimana proses ini terjadi secara alamiah pada otak.

  • karena proses penuaan atau disebut pula dimensia senilis artinya kemunduran karena penuaan
  • Proses lain adalah trauma, pengalaman trauma berat akan menyebabkan lupa ingatan
  • Amnesia karena kecanduan obat – obat terlarang

Proses Lupa

imKJKetika kita mengalami sesuatu, otak akan mencatatnya dengan membuat sekumpulan neuron di otak sekaligus jalur menuju kumpulan neuron tsb. Mari kita analogikan kumpulan neuron yang berisi memori kita itu sebagai “Gudang Neuron“, dan jalan yang dibuat untuk mengaksesnya kita sebut saja “Jalan Neuron“. Otak kita bekerja seperti ini, semakin sering kita mengulangi atau mengingat-ingat sesuatu, neuron yang digunakan akan semakin “kuat”.

Jadi bila dianalogikan, semakin kita sering mengulangi, maka “Gudang Neuron” dan “Jalan Neuron” akan semakin terang, dan mudah ditemukan bahkan dalam malam yang paling gelap sekalipun. Ketika Jalan Neuron sudah terlalu redup, maka sang otak tidak bisa lagi menemukan jalan menuju Gudang Neuron, dan akhirnya tidak bisa mengakses kumpulan memori tersebut. Inilah yang disebut “Lupa”.

Tapi pada kenyataanya banyak hal yang bisa mempengaruhi terang-redupnya Gudang dan Jalan Neuron tsb, seperti emosi,dll.

Selain itu Gudang Neuron normalnya tak akan bisa hilang, jadi apabila kita di hipnotis dan bisa menemukan Gudang Neuron yang sudah sangat redup, itu dikarenakan Alam Bawah Sadar kita “bisa melihat dalam kegelapan”, dalam artian bahwa mereka mengetahui koordinat dari setiap neuron yang pernah tercipta.

            Seseorang mengalami lupa jika informasi yang masuk tidak mendapat perlakuan sebagaimana mestinya. Lupa dapat merupakan proses yang masih normal (fisiologis), tapi dapat pula menjadi proses yang abnormal (patologis). Ada beberapa macam bentuk lupa, yakni mudah lupa (forgetfulness), amnesia, dan demensia. Mudah lupa terjadi bilamana informasi yang diterima berhasil melalui proses normal dan akhirnya tersimpan di dalam memori jangka panjang. Mudah lupa dapat terkait dengan penambahan usia yang sering dihubungkan dengan inefisiensi proses memori, seperti proses berpikir menjadi lamban, kurang menggunakan strategi memori yang baik, kesulitan memusatkan perhatian dan mengabaikan distraktor dan akan semakin berat jika menyerang manula dan disebut sebagai age-associated memory impairment (AAMI).

            Amnesia, informasi hanya sampai di memori jangka pendek. Dengan kata lain, terjadi kegagalan atau kesulitan belajar yang berarti sudah bersifat patologis. Namun, perhatian terhadap informasi yang masuk, mengingat kembali informasi yang sudah lama, fungsi kognisi, bahasa, dan kepribadian masih berjalan dengan normal. Sedangkan Demensia gangguan yang paling berat. Informasi sama sekali tidak dapat masuk dalam proses memori. Bisa disebabkan oleh berbagai kelainan di otak seperti: gangguan vaskuler (stroke) dan degeneratif (sindrom Alzheimer).

SUMBER :

 

Memori

Memori adalah penyimpanan informasi menurut waktu.

Proses-proses dan Tipe-tipe Memori

Penyandian Penyimpanan Pengambilan
Memasukkan informasi kedalam memori Menyimpan informasi menurut waktu Mengambil informasi dari memori

Penyandian, penyimpanan dan pengingatan kembali adalah proses-proses dasar yang dibutuhkan memori.

 Melalui belajar orang menerima informasi dari lingkungan. Pemerolehan informasi dapat dilakukan dengan sadar dan bertujuan (intentional learneing) melalui perhatian dan konsentrasi terhadap sesuatu yang ingin dipelajari. Tetapi informasi dapat diterima tanpa tujuan untuk mengingatnya (incidental learning).

  • Memori Jangka Pendek kemampuan menyimpan informasi ( Retention) hingga 15-30 detik selama tidak ada pengulangan informasi. Pengulangan (rehearsal) akan menyimpan informasi ini lebih lama. Yakni hanya mengingat-ingat informasi dalam beberapa detik sampai beberapa jam dan ini ditransfer ke dalam memory jangka panjang (long-term memory) agar dapat disimpan dan diingat lebih lama, bahkan mungkin bertahan seumur hidup.
  • Memori Jangka Panjang memori yang relatif permanen dan tak terbatas.
  • Memori Kerja “meja kerja” mental di mana individu memanipulasi dan merakit informasi sembari mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, dan melancarkan bahasa lisan dan tulisan.

Menyusun Memori

  • Teori Skema : Orang mengrekonstruksi informasi dengan menyesuaikan dengan informasi yang sudah ada di otaknya
  • Teori Jejak Kabur : Ketika individu-individu menyandikan informasi, mereka menyediakan 2 tipe representasi memori. 

    Pada Teori Jejak Kabur ada 2 jenis memori yakni Jejak Memori Harafiah (Verbatim Memory Trace) yang terdiri atas rincian-rincian yang detail dan Jejak Kabur (Fuzzy Trace) atau Intisari (Gist) yang merupakan ide sentral dari informasi tersebut.

CF1F18B9DC858D4EA412F3BB8F1B0Menurut Dr. Murray Grossman (45), ahli saraf dari Pusat Medis Universitas Pennsylvania, AS, bila ditelusuri lebih teliti berdasarkan jangka waktu keawetannya, ada lima jenis memori. Masing-masing: Semantik, Implisit, Remote, Working, dan Episodi.

Memori Semantik merupakan memori tentang makna simbol dan kata. Dengan memori ini kita bisa membedakan anjing dengan kucing.

Memori Implisit Memori tak sadar; memori terkait ketrampilan dan prosedur rutin dan dilakukan secara otomatis, biasanya menyangkut kecakapan tertentu, seperti bersepeda, berenang.

Memori Remote merupakan gudang data, umumnya melemah sejalan dengan bertambahnya usia.

Memori Working adalah memori jangka pendek, yang kita andalkan saat melakukan kegiatan sehari-hari, seperti mengingat bagian kalimat pertama saat lawan bicara kita sedang mengucapkan bagian kalimat kedua, sehingga kita dapat memahami apa yang ia maksud.

Memori Episodik ialah memori yang menyangkut pengalaman yang belum lama terjadi. Apa nama film yang ditonton minggu lalu, apa nama restoran yang dipesan untuk berkencan Sabtu mendatang, di mana Anda letakkan kacamata barusan, dst. Memori Episodik juga mundur dengan bertambahnya usia.

Dan teori lain menambahkan Memori Eksplisit Memori sadar tentang fakta dan pengalaman.

Pengetahuan dan Keahlian Kemampuan kita mengingat informasi baru tentang suatu objek sangat tergantung pada apa yang telah kita ketahui.

SUMBER :

 

Pengertian Kesulitan Belajar

 PENGERTIAN

imageshgjuKesulitan belajar yang didefenisikan oleh The United States Office of Education (USOE) yang dikutip oleh Abdurrahman (2003 : 06) menyatakan bahwa kesulitan belajar adalah suatu gangguan dalam satu atau lebih dari proses psikologis dasar yang mencakup pemahaman dan penggunaan bahasa ajaran atau tulisan.

Di samping defenisi tersebut, ada definisi lain yang yang dikemukakan oleh The National Joint Commite for Learning Dissabilites (NJCLD) dalam Abdurrahman (2003 : 07) bahwa kesulitan belajar menunjuk kepada suatu kelompok kesulitan yang didefenisikan dalam bentuk kesulitan nyata dalam kematian dan penggunan kemampuan pendengaran, bercakap-cakap, membaca, menulis, menalar atau kemampuan dalam bidang studi biologi.

 Sedangkan menurut Sunarta (1985 : 7) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan kesulitan belajar adalah “kesulitan yag dialami oleh siswa-siswi dalam kegiatan belajarnya, sehingga berakibat prestasi belajarnya rendah dan perubahan tingkahlaku yang terjadi tidak sesuai dengan partisipasi yang diperoleh sebagaimana teman-teman kelasnya.

Berdasarkan pendapat di atas dapat dipahami bahwa kesulitan belajar merupakan hambatan secara umum yang mencakup ketidakmampuan belajar (Learning Disabilities), ketidakmampuan belajar khusus ( Specific Learning Disabilities) dan kekacauan belajar ( Learning Disorders).

indexgfdxtg Muncul istilah – istilah di atas karena adanya kebutuhan untuk mengindetifikasi atau mengenali orang – orang yang gagal berprestasi di sekolah tetapi penyebabnya bukan karena tuna netra, tuna wicara, tuna grahita maupun tuna daksa.

Di samping kondisi umum itu, hal lain yang tidak kalah pentingnya diperhatikan adalah kondisi cacat tubuh yang merupakan salah satu penghambat dalam melakukan kegiatan belajar (Dalyono, 1997 : 232) menggolongkan cacat tubuh itu  menjadi 2 macam yaitu:

  1. Cacat tubuh yang ringan seperti kurang pandangan dan gangguan psikomotorik
  2. Cacat tubuh serius (tetap) buta, tuli, bisu, hilang ingatan dan kakinya.

Anak-anak yang mengalami kesulitan belajar seringkali membuat orangtua stres dan mendapat cap buruk di sekolah. Tapi orangtua perlu menyadari bahwa anak yang sulit belajar bukanlah suatu penyakit dan hal ini bisa ditangani. “Kesulitan belajar bukanlah suatu penyakit, melainkan tanda dari perkembangan otak yang masih kurang optimal,” ujar Ike R Sugianto, Psi, seorang psikolog anak dalam rilis seminar Identifikasi Gangguan Perkembangan yang diterima.

Masalah belajar merupakan masalah yang sangat penting bagi siswa. Kesulitan yang dialami siswa memerlukan bantuan dari berbagai pihak terutama dari guru bimbingan dan penyuluhan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Pendekatan terhadap Kesulitan Belajar dari berbagai Disiplin Ilmu :

  • Pendekatan Medis (Kedokteran) : Memperhatikan symptom organis. Misalnya kerusakan otak minimal brain disfunction, minimal cerebral disfunction, central nervous system disorders)
  • Pendekatan Psikologi : Lebih menitikberatkan pada perkembangan sosial, emosional, potensi intelektual yang menimbulkan kesulitan belajar.
  • Pendekatan Pedagogi (pendidikan)  : Cenderung memberi penekanan pada kekuatan dan kelemahan akademik.
  • Fisioterapist :  Lebih menekankan pada pengelolaan fungsi otot-otot tubuh.
  • Speech Therapist :  Menekankan pada kemampuan berbahasa dan berbicara.
  • Ahli-ahli lain memberi penekanan dan strategi yang berbeda untuk menangani masalah kesulitan belajar.

 

Asal mula Kesulitan Belajar :

  • Learning disabilities bermula dari konsep ‘anak yang mengalami kerusakan otak’ yang dikemukakan oleh  Alfred A. Strauss, seorang neuropsikiater da nHeinz Werner, seorang ahli psikologi perkembangan, pada tahun 1942.
  • Penyebab kesulitan belajar diasosiasikan dengan gejala-gejala kerusakan otak yang penyebabnya bukan faktor keturunan.
  • Fenomena kesulitan belajar seorang siswa biasanya tampak jelas dari menurunnya kinerja akademik atau belajarnya. Namun, kesulitan belajar juga dapat dibuktikan denga munculnya kelainan prilaku (Misbehavior) siswa seperti kesukaan berteriak di dalam kelas, megusik teman, berkelahi, sering tidak masuk sekolah dan sering minggat dari sekolah.Menurut para ahli pendidikan, hasil belajar yang dicapai oleh para peserta didik dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni faktor yang terdapat dalam diri peserta didik itu sendiri yang disebut faktor internal, dan yang terdapat diluar diri peserta didik yang disebut dengan eksternal.

Penelitian mengenai disfungsi otak dimulai oleh Alfred Strauss di Amerika Serikat pada akhir tahun 1930-an, yang menjelaskan hubungan kerusakan otak dengan bahasa, hiperaktivitas dan kerusakan perceptual. Penelitian berlanjut ke area neuropsychology yang menekankan adanya perbedaan pada hemisfer otak.

Beberapa Karakteristik Kerusakan Otak menurut Strauss :

  • Gangguan persepsi atau ketidakmampuan membedakan figure & background, perhatian mudah beralih.
  • Gangguan berpikir dan pembentukan konsep.
  • Gangguan motorik( gerakan canggung, hiperkinetik atau terlalu banyak gerak, kesulitan mengontrol diri).
  • Perseverasi (sulit menghentikan perilaku tertentu, tindakan berlanjut / berulangterus).

 

Sindroma Strauss

Pada tahun 1957, Stevens & Birch mengemukakan tentang Sindroma Strauss yang ditandai dengan gejala-gejala antara lain :

  • Dalam menanggapi gangguan yang ringan, reaksinya sembarangan dan tidak seimbang dengan besarnya gangguan (over reaction).
  • Peningkatan kegiatan motorik tidak seimbang dengan kebutuhan.
  • Pengaturan tindakan kacau atau tidak terorganisir.
  • Lebih mudah beralih perhatian atau kurang konsentrasi.
  • Kekeliruan persepsi yang terjadi berulang kali.
  • Hiperaktivitas yang sulit diubah.
  • Canggung dan tindakan motorik yang secara konsisten buruk.

 

Beberapa Definisi Kesulitan Belajar

Tahun 1967, asosiasi penyandang ketidakmampuan belajar di AS mengemukakan :

A child with learning disabilities is one with adequate mental ability, sensory processes, and emotional stability who has a limited number of specific deficits in perceptual, integrative or expressive processes which severely impair learning efficiency. This includes children who have central nervous system dysfunction which is expressed primarily in impaired learning efficiency (Telford &Sawrey : The exceptional individual).

Tahun 1968, National Advisory CommitteeBureau of Education for the Handiccaped, mengemukakan  :

The children with special learning disabilities exhibit a disorder in one or more of the basic psychological processes involved in understanding or using spoken or written language. These maybe manifested in disorders of listening, talking, reading, writing, spelling, have been referred to as perceptual handicaps, brain injury, minimal brain dysfunction, dyslexia, developmental aphasia, etc. They do not include learning problems which are due primarily to visual, hearing, or motor handicaps, to mental retardation, emotional disturbance or to environmental disadvantage (Telford &Sawrey : The exceptional Invividual).

Tahun 1987, Interagency committee on Learning Disabilities mengemukakan :

 Kesulitan Belajar adalah suatu kelompok heterogen dari gangguan yang diwujudkan oleh kelemahan mencolok dalam kemahiran dan penggunaan kemampuan matematikal, penalaran, menulis, membaca, bicara, mendengarkan, atau ketrampilan bergaul. Gangguan ini diduga merupakan akibat disfungsi saraf pusat, dan dapat terjadi bersamaan dengan kondisi cacat lainnya (lemahnya saraf sensor, retardasi mental, gangguan emosional dan sosial) serta adanya pengaruh lingkungan seperti perbedaan cultural, instruksi yang tidak memadai, faktor-faktor psikogenik dan gangguan karena merasa kurang diperhatikan.

Menurut Definisi yang Terakhir

Menurut definisi yang terakhir, kesulitan belajar secara khas terkait dg salah satu atau lebih dari beberapa kemampuan umum berikut :

  • Bahasa lisan, yaitu dalam bentuk kesulitan mendengarkan, memahami dan kesulitan berbicara.
  • Bahasa tulisan, yaitu dalam bentuk kesulitan membaca, menulis dan mengeja.
  • Aritmatika, yaitu dalam bentuk kesulitan memahami konsep angka atau kesulitan mengerjakan persoalan matematika atau logika.
  • Penalaran, yaitu dalam bentuk kesulitan menata dan mengintegrasikan.
  • Memory, yaitu dalam bentuk kesulitan mengingat informasi.
  • Kesulitan menjalin relasi sosial atau bergaul.

9 Things I Bet You Dont Know

index01. Ada satu alasan utama mengapa ular selalu menjulur-julurkan lidahnya. Ular tidak memiliki telinga, namun memiliki lidah yang sangat sensitif terhadap getaran udara. Dengan menjulurkan lidahnya ular menangkap suara dan bau, dan inilah indra paling utama bagi ular.

Bunyi seruling yang dimainkan oleh para pawang ular di India tidak pernah didengar oleh ular. Ular tersebut cuma tertarik pada gerakan seruling yang dimainkan oleh sang pawang.

imagesHC02. Tidak ada seekorpun burung penguin yang hidup di Kutub Utara. Belahan bumi bagian Utara bukanlah habitat alami penguin. Keseluruhan 17 sub spesies penguin tinggal di belahan selatan bumi.

Penguin adalah satu-satunya burung yang tidak bisa terbang namun bisa berenang. Penguin sangat ahli berenang. Walau bernapas dengan paru-paru, penguin sering menyelam hingga sepanjang 18 menit, tanpa mengambil udara barang sekalipun.

Selain ahli berenang, penguin memiliki keunikan karena memiliki
organ desalinasi khusus di daerah sekitar matanya. Dengan organ
ini, penguin dapat mengubah air asin menjadi air tawar.

03. Nama warna Magenta berasal dari nama sebuah pertempuran antara tentara Perancis dan Sardinia melawan tentara Austria di tahun 1859. Pertempuran tersebut berlangsung di sebuah tempat yang bernama “Magenta”.
Setelah pertempuran usai, warna campuran antara merah dan ungu ditiru oleh para ahli kimia Perancis untuk menggambarkan warna darah yang mengering. Dan untuk mengenang pertempuran yang terjadi, warna baru itu diberi nama warna Magenta.

04. Laut yang airnya paling jernih di bumi terdapat di laut Weddell, yang terletak di lepas pantai Antartika, Kutub Selatan. Berdasarkan penelitian para ahli dari Institut Alfred Wegener pada tanggal 13 Oktober 1986, sebuah piringan bernama Secchi Disk yang telah ditenggelamkan hingga kedalaman 262 feet atau sama dengan kedalaman 79,8 meter, masih dapat terlihat jelas dari permukaan. Tingkat kejernihan seperti ini hanya mungkin dicapai oleh air suling murni.

05. Istilah “hooker” dalam konotasi pelacur atau wanita penghibur, ternyata berasal dari para prajurit Amerika. Saat perang sipil, dikenal seorang Jenderal dari pihak Union (Utara) yang bernama Joseph Hooker. Jenderal ini sering membawa wanita-wanita penghibur untuk menemaninya di kota New Orleans sepanjang masa perang sipil. Oleh anak buahnya, wanita-wanita ini diberi nama “Hooker’s Division”.

Lama-kelamaan kata “Division” menghilang, dan akhirnya wanita-wanita dengan profesi demikian mendapat mendapat sebutan “hooker” hingga sekarang.

imagesGKU06. Mithradates (131-63 SM) adalah penguasa negeri Pontus dan musuh besar Kerajaan Roma. Karena percaya bahwa ia akan diracun oleh musuh-musuhnya, Mithradates “berlatih” dengan cara menelan racun dosis kecil yang dengan secara bertahap ditingkatkan dosisnya. Di akhir “latihan” ia menjadi kebal dan tak dapat diracuni.

Ironisnya, dalam sebuah pertempuran melawan Roma, Mithradates kalah dan terpojok. Daripada menanggung malu, ia berusaha untuk bunuh diri dengan meminum racun. Tentu saja sia-sia. Diakhir usahanya, Mithradates memerintahkan seorang pengawal untuk membunuhnya dengan pedang.

07. Di Amerika Serikat, seseorang yang tidak dikenal identitasnya disebut dengan nama John Doe (ingat peristiwa pemboman Gedung FBI di Oklahoma, Amerika pada tahun 1995). Dan bila seseorang yang tidak dikenal identitasnya itu adalah seorang wanita maka akan disebut sebagai Jane Doe.

Tradisi menyebut John dan Jane Doe ini ternyata berasal dari peristiwa pembunuhan Presiden Amerika, McKinley, di hari Jumat 6 September 1901. Sang pembunuh, Leon F. Czolgosz, di hari sebelum pembunuhan menginap di Riggs House Hotel. Di hotel tersebut, Leon menggunakan nama samaran John Doe, nama samaran yang digunakan polisi saat mengusut dirinya.

Akhirnya hingga sekarang, setiap seseorang yang belum diketahui identitasnya, masyarakat Amerika menyebutnya sebagai John atau Jane Doe.

08. Boerhaave, seorang dokter Belanda dan penulis buku “Elementa Chemiae”, meninggal tahun 1738. Sebelum wafat ia meninggalkan sebuah buku tebal bersegel dengan judul “The Onliest and The Deepest Secrets of The Medical Art” (Rahasia paling mendalam dan satu-satunya dalam Seni Pengobatan).

Buku tersebut dilelang, dan sang pemenang lelang yang telah mengeluarkan uang senilai $ 20.000 dalam emas membawa pulang buku itu. Saat segel dibuka, ia menemukan bahwa 99 dari 100 halaman buku itu adalah kosong. Selain sampul depan, cuma terdapat tulisan pendek: “Jaga diri untuk tetap tenang, jaga kaki agar tetap hangat, dan kamu akan membuat dokter terbaik sekalipun menjadi miskin.”

09. Istana Nurul Iman, yang dimiliki oleh Yang Mulia Sultan Brunei, Sir Muda Hassanal Bolkiah Mui’zzaddin Waddaulah (lahir 15 Juli 1946)  termasuk rumah kediaman paling mewah yang ada di atas bumi.

Istana yang diselesaikan bulan Januari 1984, bertepatan dengan kemerdekaan Brunei ini, dibangun dengan biaya US$ 350 Juta. Tempat kediaman Sultan Brunei ini memiliki 1.788 buah kamar dengan 257 kamar mandi dan toilet. Di ruang bawah tanah istana itu terdapat sebuah garasi yang sedemikian luasnya hingga mampu menampung 110 buah mobil milik sang Sultan.

Sumber
Dian Novita